Pihak berwenang di Amerika Serikat (AS) curiga kepada Korea Utara (Korut) sebagai penyebab serangan cyber atas sejumlah halaman milik pemerintah AS dan Korea Selatan (Korsel). Namun mereka mengaku sulit untuk segera melacak para penyabot internet (cracker).
Serangan cyber melanda puluhan halaman pemerintah dan pribadi di AS. Ini menandakan pemerintah AS masih tak kuasa untuk mengantisipasi serangan cyber itu. Imbasnya, halaman milik Departemen Keuangan dan Komisi Perdagangan Federal sempat tutup akibat serangan peranti lunak tersebut.
Serangan itu berlangsung selama berhari-hari sepanjang libur akhir pekan. Bahkan para cracker juga bisa menembus halaman milik Departemen Pertahanan (Pentagon) dan Kantor Presiden AS (Gedung Putih) walau hanya menimbulkan gangguan kecil.
Pihak berwenang curiga bahwa para penyabot menggunakan jaringan internet dari Korut. Serangan cyber pun melanda sejumlah halaman milik pemerintah Korsel, Selasa 7 Juli 2009. Namun pihak berwenang belum buru-buru menyatakan bahwa pemerintah Korut bertanggungjawab atas serangan itu kendati berasal dari jaringan internet di negara komunis itu.
sumber : vivanews.com
0 komentar:
Posting Komentar
Masukan komentar anda di sini!